Our Blooming Youth Ep 4 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Our Blooming Youth Episode 4 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode sebelumnya.

Setelah orang orang  Han seong on menemukan potongan kain di gua gunung Songak yang diduga milik Jaeyi, seon on menduga dia masih hidup. Dan soal pria yang diduga kekasih Jaeyi, dulunya mengajar di sekolah konghucu di Gaeseong namun menghilang sejka pemakaman maka Seong on minta mereka mencarinya   juga mencari keberadaan jaeyi.

Waktu kecil Lee Hwan dan Seong on tersesat karena Jaeyi yang sengaja memberi mereka arah yang salah. Dan mereka menyalahakn Jaeyi juga menyebutnya pencuri karena  memaksa mereka membayar saat melewati lembah. Jaeyi juga mengambil barang barang ayhanya lalu dijual dan uangnya digunakan untuk menebus seorang anak Sim yeong agar tidak menjadi budak.

Jaeyi tentu tak bisa lupa wajahnya Seong on karena itu cinta pada pandangan pertama. Putra mahkota terlihat marah. Kau mencuri uang dari seseorang yang kau cintai? Bahkan saat JaeYi bilang Seong on lebih tampan darinya. Lee Hwan membenarkan mereka pasangan yang manis. Lalu saat Jaeyi memakaikan sabuknya Lee hwan sepertimya gugup dan minta dipanggilkan kasim soh. Tetapi Jaeyi tak mau.

Saat mendengar orang ynag dijodohkan dengannya adalah putri master Min, seong on bahagia dan langsung jatuh cinta pada Jaeyi. Dan mengirimkan sepatu. Aku memintamu untuk datang kepadaku tapi apakah kau pergi ke orang lain? Teganya kau melakukan ini kepadaku?

 GaRam sedang dites. Luka di tubuh yabg sudah lama mati akan menghilang jadi saat dilumpuri ampas beras serta dilap dengan air panas dn kulit pohon betula lukanya akan muncul kembali, Myoengjin tanya Di mana cukanya?

Garam kesal mengatai Myoengjin tka sabaran seperti seekor anjing. Garam antusias saat ingat pakai cuka untuk memunculkan bekas darah yang dibersihkan pelaku. Semprotkan cuka pada pisau yang sudah dipanaskan itu memunculkan bekas darah tang tersembunyi. GaRam diluluskan myeongjin. Dan dikatakan mengalahkan gurunya. GaRam oun merendah. Myeongjin menyuruhnya berusaha keras karena tak ada apa apanya dengan gurunya.

Jaeyi tak bisa melepas ikatan sebauh barang dia akan memotongnya. Kedua kasim yang mendengar kata potong marah padanya. Sepertinya tak boleh menyebut kata potong diantara para kasim.

Jaeyi membawa barangnya sendiri ke gudang. Dia melewati pangeran Myeon ahn yang sedang bermain lempar kayu. Jaeyi hampir saja terkena potongan kayu itu jika Seong on tidak tepat waktu menangkapnya. Putri Hayeon minta Seon on mengajari pangeran Myeong ahn permainan itu. Padahal dia bisa mengajarinya. Jaeyi sebelum pergi menatap Putri Ha Yeon dan Seong on yang sedang bermain.

Lalu TaeGang menghampiri Jaeyi dan terlihat Jaeyi menarik gerobakk sendirian atas perintah Lee hwan. Jaeyi ingin Taegan yang menariknya dan dia yang mendorongnya. Menurutnya itulah perintah pangeran Lee hwan. Taegang mau memukulnya. Jaeyi pura pura mempersilakan.

Myeongjin dan GaRam entah membuat percobaan apa membuatnya meledak. Salah seorang di pasar memarahinya dan mengira myongjin ilmuwan gila. Myeongjin menyogoknya dengan uang dan pria itu pun tak protes lagi.

 Datang Taegang ke sana mencari Myeongjin. GaRam pun bertemu Jaeyi. Taegang menyuruh Jaeyi membuka penutup gerobaknya dan isinya mayat. Myeongjin diminta mencari tahu penyebab kematiannya.

Taegang menyuruh Jaeyi memperhatikan wajah mayat itu katanya atas perintah pangeran. Iih Tegang ini ngeselin. Katanya lagi itu utusan yang dikirim pangeran ke rumah master Min untuk mengantar hadiah pernikahan. Mayat itu ditemukan setelah tragedi itu.

Putra Mahkota melatih para pengawalnya dengan tegas. Lalu memperbolehkan makan minum sesukanya.

 GaRam memberitahu Jaeyi setelah melihat poster dirijya di tempat Kim Myeong. Bahwa guru kim tak ada hubungannya dengan  pendosa yang mengaku jatuh cinta pada Jaeyi. Mungkin dia mengasihani jaeyi yang memecahkan semua kasus itu bukan kakaknya dan wanita itu mungkin masih hidup. Dia menyobek poster buronan itu sambil melontarkan tuduhan yang tak masuk akal itu. Garam akan memastikan hal yg itu tak terjadi lagi.

Saat diperiksa mayat itu dmungkin karena racun. Saat menggaruk lehernya karena tak bisa bernafas reaksi normalnya adalah memegangi leher dan menyebabkan luka luka itu. Myeongjin minta Garam membuatkan semangkuk nasi.  Jaeyi menebak dia akan melakukan uji racun nasi. Myeongjin terkejut dia tahu itu.

Kepala bagian Han memberitahu seluruh keluarga oh man sik kabur sepertinya sudah dirncanakan. Namun berbohong tak ada petunjuk dari barang yang dijualnya.

Myeongjin memasukkan nasi yang telah melewati mulut mayat itu ke darah hewan untuk memastikan mayat itu diracuni. Myeongjin ini memang narsis ya. Dia memuji diri sendiri. Itu racun yabg sama dengan setahun lalu. Itu bisa gloydius saxatilis. Hanya satu racun yang melilit pembuluh darah melumpuhkan tubuh dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Jaeyi berterima kasih untuk semua pengabdian dan kesetiaan Garam padanya. Garam pun tak menyepelekan rasa sayang dan kepeduliannya. Jaeyi tak pernah merendahkannya. Garam berterima kasih. Soal utusan itu garam tak pernah bertemu dengannya.

Jaeyi menyampaikan apa yang dikatakan myeongjin. Jaeyi menduga panah yang melukainya dicelupkan ke bisa gloydius saxatilis. Sayangnya Jaeyi belum pernah melihat wajah utusannya..diduga dia tewas setelah memberikan hadiah pernikahannya.

Hadiah pernikahan itu berupa enam gulung sutra dan kertas gambar. Namun kalau pangeran lee hwan tak mengirimkan surat rahasia tetapi terdapat satu surat di antara hadiahnya itu berarti utusannya dibunuh saat menuju rumah Jaeyi. Yang datang ke rumah Jaeyi bukan utusannya. Dia membawa hdiahnya dengan surat rahasia itu.

 Kini Jaeyi yakin melihat wajahnya. Tetapi tak bisa mengingatnya. Pangeran tahu bagaimana perasaannya.  Dia pun tak bisa mengingat banyak tentang tahun .kakaknya meninggal. Jaeyi bilang ayahnya mengkhawatirkannya. Setelah pangeran Ui hyeon meninggal dia tak bisa melupakannya. Tak ada yang busa memahami kesepian serta rasa sakitnya.

Orang mengira Lee hwan yang membunuh kakaknya ubtuk menjadi putra mahkota dengan memberinya persik. Jaeyi meyakinkan ayahnya tak percaya itu.

Seon On merasa bersalah tak memberikan barang temuannya pada putra mahkota. Kalau ayahku merencanakan hal.lain terhadap putra mahkota apakah kepercayaan terhadap putra mahkota sangat kecil?

Han seong on menunjukkan barang ayahnya yang dijual oleh orang dari kantor Taoisme. Namun ayahnya sepertinya kecewa dia belum memberitahu putra mahkota.

Ayahnya memberitahu itu diberikan pada para negarawan saat utusan dinasti Ming datang berkunjung dua tahun lalu. Ketiga pejabat yang berkuasa,menteri keenam biro, dan ayahnya menerimanya. Kini ayahnya tahu alasan putra mahkota tak memercayainya bukan karena arogansinya.

Seong tak bisa memberitahunya karena harus bertanya oada ayahnya dulu. Kini Seong on merasa lebih tak tertekan karena ayahnya bilang itu bukan miliknya. Ayahnya minta dia tak terikat hal hal pribadi agar menjadi bawahan yang setia.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like