Rose Mansion Eps 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Rose Mansion Episode 7 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. YUK Cek episode sebelumnya DISINI…..

Adegan dibuka dengan pertengkaran Ji Na dan Ji Hyun di masa lalu.

Ji Na marah karena disalahkan oleh Ji Hyun. Ji Hyun pun berkata, dia tak pernah menyuruh Ji Na pergi.

Ji Na : Benar. Seorang gadis tinggi sepertimu tidak akan pernah mengatakan bahwa….. aku merasa rendah diri. Aku benar-benar idiot. Aku pergi. Puas sekarang?

Ji Hyun : Jangan keras kepala! Kau bukan satu-satunya yang berjuang. Belajar atau dapatkan pekerjaan.

Ji Na : Kau pikir aku tidak ingin melakukan itu? Kau pikir dunia semudah itu? Apa yang kau tahu tentangku? Jika aku sepintar dirimu, aku akan melakukannya dengan baik. Apa kau tahu bagaimana rasanua kelelahan dan dipukuli setiap hari?

Ji Hyun : Bukan kau satu-satunya yang merasakan itu! Setiap orang memiliki banyak diri di dalam diri mereka. Yang ingin menyerah. Dan orang yang memegang sedikit harapan bertarung di dalam diriku setiap hari.

Ji Na : Hei. Berhenti merendahkan diri di depanku. Aku merasa ingin mati di sini. Kau tidak pernah mencapai dasar sepertiku. Aku akan membunuhmu. Kau pernah menyuruhku untuk mencobanya, kan? Aku melakukan yang terbaik!

Ji Hyun : Kau penuh kebohongan dan alasan.

Ji Na : Pikirkan apa pun yang Andkau a inginkan. Salah satu dari kita harus menghilang agar keluarga ini damai. Aku tidak akan pernah kembali ke rumah ini hidup-hidup. Ini akan membunuhku. Aku hanya pergi untuk tetap hidup.

Ji Hyun : Jika kau memiliki energi untuk marah, dapatkan kehidupan.

Ji Na : Aku sangat berharap kau mati.

Ji Na pun pergi dari rumah.

Ji Hyun sudah berusaha mencegah tapi gagal.

Sekarang kita kembali ke masa sekarang dimana Ji Na histeris saat tubuh kakaknya ditemukan dalam tangki air. Min Soo mencoba menenangkan Ji Na. Min Soo pun menerobos garis kuning dan mengajak Ji Na ke atas.

Penghuni Apartemen Mawar terkejut ada mayat di dalam tangki air.

Terutama Sook Ja dan Charlie.

Detektif Jang lagi bicara dengan seseorang di telepon. Sementara rekan2nya tengah berusaha mengeluarkan jasad di dalam tangki.

Detektif Jang : Aku katakan. Ini semua tentang waktu. Kami sedang mencari, tapi aku pikir kami menemukannya. Ya. Aku akan memberimu informasi yang bagus. Tidak ada insiden besar hari ini. Ya. Ketika ini padam, itu menjadi viral.

Detektif Jang tertawa, dia senang karena jasad Ji Hyun ditemukan.

Lalu Detektif Jang memanggil Detektif Lee yang diatas tangki air.

Detektif Lee bergegas menghampiri Detektif Jang.

Detektif Jang menyuruh Detektif Lee mengusir para warga yang berkerumun di atap.

Tapi saat tengah mengusir warga, Min Soo dan Ji Na datang. Min Soo menunjukkan kartu identitasnya.

Detektif Lee melarang mereka masuk. Min Soo bilang, dia juga di Unit Kejahatan dan Kekerasan sama kayak Tim 1.

Detektif Lee gak peduli dan menyuruh mereka pergi.

Min Soo marah, ini bukan tempat untuk keributan. Jika jenazah ditemukan, biarkan keluarga memeriksa. Jangan perlakukan kami seperti roda ketiga. Apakah kau diajarkan untuk mengabaikan keluarga dalam situasi seperti ini? Begitukah cara Unit Satu diajarkan?

Detektif Jang kesal melihat Min Soo.

Lalu dia menyuruh Ji Na mendekat.

Min Soo dan Ji Na mendekat.

Jasad di dalam tangki mulai dibawa keluar.

Detektif Jang menanyai Kepala Kantor Pemeliharaan.

Detektif Jang : Bukankah pintu itu selalu terkunci?

Kepala Pemeliharaan : Ini adalah periode pembersihan tangki air. Aku membiarkan pintu tidak terkunci untuk memudahkan para pekerja.

Detektif Jang : Tidak apa-apa. Jangan takut.

Detektif Bae : Kapan kau menguncinya?

Kepala Pemeliharaan : Jumat lalu.

Jasad di dalam tangki pun sudah berhasil dibawa keluar.

Detektif Jang benar-benar berharap itu Ji Hyun, agar dia viral.

Ambulance datang,

Wanita di Unit 909 tersenyum senang. Dia senang Ji Hyun meninggal.

Ji Na deg-deg-an. Dia takut itu beneran kakaknya. Tapi setelah jasad diturunkan, dia pun berkata, itu bukan kakaknya.

Kamera menyorot jasad itu. Ternyata ibunya Charlie.

Senyum Detektif Jang langsung hilang pas Ji Na bilang itu bukan jasad kakaknya.

Detektif Jang : Siapa itu?

Jasad ibunya Charlie dibawa ke ambulance. Charlie nangis.

Charlie : Bu. Aku mencintaimu.

Detektif Bae menginterogasi Charlie.

Detektif Bae : Kami turut berduka tapi kami punya beberapa pertanyaan. Kapan dia menghilang?

Charlie : Sudah beberapa hari.

Detektif Bae : Ketika dia tidak pulang, kau seharusnya menelepon polisi.

Charlie : Dia menghilang selama beberapa hari dan pulang.

Detektif Jang sudah di mobil. Dia memanggil Detektif Bae dengan wajah kesal.

Detektif Jang : Kau bisa melakukannya nanti!

Detektif Bae pergi.

Ji Na masih lemas. Min Soo pun memegangi Ji Na.

Min Soo : Apakah kau baik-baik saja?

Ponsel Ji Na berdering.

Ji Na : Ya, Ji Suk-ah?

Ji Na pun langsung menjenguk ayahnya.

Ji Suk bilang ayah mereka baru saja dipindahkan ke kamar rawat.

Ji Suk : Dia bahkan tidak bisa mengangkat kepalanya.

Ji Suk lalu memberitahu ayahnya bahwa Ji Na datang.

Ji Suk : Kau sedang mencarinya.

Pak Song menatap Ji Na, di mana kakakmu?

Ji Na pun berkata, masih belum ditemukan.

Pak Song : Bagaimana dengan si brengsek itu?

Ji Na : Lee Woo Hyeok juga koma.

Ji Na lalu mengomeli ayahnya.

Ji Na : Berkat kau, kasus Ji Hyun menjadi sangat terkenal. Orang-orang melakukan siaran secara online. Mereka bahkan melakukan pemungutan suara apakah dia hidup atau mati. Apa yang harus aku lakukan?

Ji Suk : Hentikan. Dia belum pulih.

Ji Na : Jangan hanya berbaring di sana. Bangun!

Semua orang yang ada di ruangan itu, menoleh ke Ji Na.

Ji Na : Bangun dan lakukan sesuatu.

Sook Ja masuk ke rumahnya dan meneguk air.

Dia kesal, ada apa dengan dia? Mengapa dia pergi jauh-jauh ke sana dan mati?

Ji Na dan Ji Suk lalu bicara diluar.

Ji Suk : Menurutmu, Kak Ji Hyun orang seperti apa? Perfeksionis berlebihan? Keras?

Ji Na : Keras?

Ji Suk : Begitulah caraku melihatnya. Yang dia pedulikan hanyalah pekerjaan dan berbicara tentang klise. Jadi aku pikir dia tidak punya alasan untuk diculik. Tetapi mungkin, itu mungkin tidak benar. Aku pikir mungkin apa yang aku lihat bukanlah segalanya.

Ji Na : Omong kosong macam apa itu? Apa kau mengatakan dia punya alasan untuk diculik?

Ji Suk : Aku tidak tahu harus menunjukkan ini padamu atau tidak. Jangan kaget. Temanku menemukannya di situs luar negeri. Ini disebut strip cam. Orang mengirim uang ke streamer.

Ji Suk pun menunjukkan video Ji Hyun lagi menari dengan pakaian seksi.

Ji Na kaget, apakah itu benar-benar Kak Ji Hyun? Apa kau yakin?

Ji Suk : Itu Kak Ji Hyun. Aku juga kaget.

Ji Na : Itu konyol. Tidak. Itu tidak mungkin dia. Bagaimana mungkin?

Wanita di Unit 909 tertawa menonton video Ji Hyun.

Lalu dia menunjukkannya pada suaminya yang dia duga berselingkuh dengan Ji Hyun.

Wanita 909 : Gadis di lantai bawah adalah pelacur. Semuanya ada di internet. Dia melakukan itu di balik wajah tinggi itu.

Suaminya tak percaya, ini Ji Hyun? Sulit dipercaya.

Wanita itu marah, sudah kubilang jangan sebut namanya di depanku.

Pria itu pun menjelaskan bahwa dia tahu nama Ji Hyun karena mereka tetangga.

Wanita itu tak percaya, pelacur itu. Akhirnya dia tertankap. Dia membuat dirinya terbunuh karena melakukan itu. Aku akan memberi tahu semua penduduk. Orang-orang seperti dia seharusnya tidak berada di dunia luar.

Pria itu mohon, aku mohon padamu. Dia diculik dan tidak ada yang tahu apakah dia hidup atau mati. Pikirkan tentang keluarganya. Setidaknya itulah yang dapat kau lakukan sebagai manusia.

Wanita itu makin marah, apa kau memihaknya lagi! Kau berpihak pada siapa! Kau benar-benar ingin melihatku mati!

Wanita itu beranjak pergi.

Dan besoknya, poster2 Ji Hyun tengah menari erotis pun tertempel di dalam lift.

Para ibu yang ada di lift, mulai bergosip. Mereka mengatakan, bahwa rumor Ji Hyun adalah simpanan pria di Unit 909 benar adanya. Mereka juga mengatakan, Ji Na juga sama.

“Dia merendahkan kota kita. Itu akan merusak reputasi apartemen kita. Kita harus mengusirnya.”

Salah satu ibu memotret poster Ji Hyun. Dia bilang, dia harus mengirimkannya ke Sook Ja.

Sook Ja lagi main kartu sama temen2nya yang lain.

Lalu wanita yang memotret poster Ji Hyun di lift tadi datang dan menunjukkan foto itu ke Sook Ja. Sook Ja dan yang lain kaget.

Detektif Jang di ruangan Kepala Polisi.

Kepala Polisi : Bukan Song Ji Hyun?

Detektif Jang : Sepertinya tidak. Seorang nenek. Lagipula, dia menderita demensia.

Kepala Polisi : Kau bilang kau percaya diri. Kau bilang kau bisa menemukan Song Ji Hyun.

Detektif Jang : Aku masih menemukan sesuatu.

Kepala Polisi : Ya, benar.

Detektif Jang : Mengapa dia mengenakan pakaian Song Ji Hyun?

Kepala Polisi : Kau bertanya padaku?

Detektif Jang : Tidak. Aku berbicara sendiri. Aku tidak tahu alasan pastinya, tapi ada sesuatu antara dia dan Song Ji Hyun.

Kepala Polisi : Adahal tugasmu untuk menemukan jawabannya. Kau bertanggung jawab atas penyelidikan ini.

Detektif Jang pun berkata dia akan segera memberikan jawaban yang sempurna kepada Kepala Polisi.

Min Soo mendatangi Nam Young. Nam Young baru saja selesai bertugas sebagai polisi lalin saat Min Soo datang. Min Soo membawakan Nam Young beberapa roti dan susu.

Nam Young : Apakah kau merindukanku? Aku merindukanmu.

Min Soo : Makanlah, kau suka roti.

Nam Young mulai melahap roti yang dibawakan Min Soo.

Min Soo : Apa itu enak?

Nam Young : Sangat enak.

Min Soo lalu memberikan laptop Ji Hyun pada Nam Young. Dia bilang, ada satu folder terkunci. Dan dia menyuruh Nam Young membuka serta memeriksa file itu. Nam Young menyuruh Min Soo memberikannya ke Tim 1.

Nam Young : Menurutmu divisi lalu lintas tidak bekerja?

Min Soo : Pikirkan sesukamu. Kau benar-benar ulet. Ini sangat penting dan berbahaya. Periksa dan temukan sesuatu.

Sook Ja masih bergosip dengan teman2nya sambil main kartu. Lalu Min Young datang dan mengajak Sook Ja bicara empat mata. Sook Ja pun menyuruh teman2nya pergi.

Sook Ja : Kau harusnya menelponku dulu.

Min Young menampar Sook Ja. Sook Ja kesal tapi masih menahan diri dan tersenyum. Tapi dia ditampar lagi dan lagi.

Min Young : Mengapa kau memperburuk keadaan? Kau sudah melihat beritanya? Orang bilang airnya berbau. Kau tidak bisa menghentikan itu sebelumnya? Aku terlalu memanjakanmu, bukan?

Sook Ja pun balas menampar Min Young.

Sook Ja : Kau pikir aku bodoh? Beraninya kau memukul wajahku?

Lalu Sook Ja menjambak Min Young.

Sook Ja : Aku tahu siapa yang mendukungmu. Aku bisa membuatnya sia-sia dalam waktu singkat.

Min Young : Kau gadis kasar. Beraninya kau memukul wajahku?

Sook Ja lantas pergi mengambil segelas air.

Sook Ja : Kau lihat, hal tentang rahasia adalah kau tidak boleh membaginya dengan siapa pun. Kecuali jika kau ingin dikurung di penjara, lakukan pekerjaanmu.

Lalu Sook Ja menyiramkan air itu ke Min Young.

Sook Ja : Menyingkirlah dari pandanganku.

Dong Hyun ke Harrington, mencari Ji Na. Tapi dia dapat informasi kalau Ji Na tidak kerja karena alasan pribadi. Dong Hyun pun meminta nomor telepon rumah atau alamat Ji Na. Tapi resepsionis bilang tak bisa memberikan informasi itu ke Dong Hyun.

Yoon Ji kemudian datang.

Dong Hyun memanggil Yoon Ji.

Min Young di unitnya lagi memikirkan kata2 Sook Ja tadi.

Min Young : Jangan berbagi rahasia dengan siapa pun?

Min Young lalu kesal, orang gila itu. Mengapa dia begitu percaya diri?

Min Young pun memegang pipinya yang tadi ditampar Sook Ja.

Bersambung ke part 2…

11 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like