Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 14 Part 3, Lihat bagian keseluruhan recap pada tulisan yang ini. Namun jika Kalian ingin tahu Eps sebelumnya ada di sini ya.
Malamnya, Dal Mi curhat sama halmeoni dan ibunya.
Dal Mi bilang pasti bakal dia rekrut jika itu mudah.
Dal Mi : Jika mudah, kenapa bukan In Jae yang merekrutnya?
Halmeoni penasaran. Dia tanya siapa pengembang itu sebenarnya.
Dal Mi hanya bilang kalau pengembang itu pernah kerja di perusahaan besar dan terkenal. Bukan perusahaan kecil seperti In Jae Company.
Dal Mi : Apa dia sombong karena pegang saham terbesar?
Halmeoni : Sepertinya, bukan itu maksudnya.
Dal Mi : Astaga, halmeoni. Kau membela In Jae dalam situasi ini?
Dal Mi ngadu sama ibunya.
Dal Mi : Eomma, nenek kenapa?
Tapi Nyonya Cha setuju sama halmeoni.
Dal Mi tak terima.
Dal Mi : Kalian kenapa? Meskipun pemegang saham terbesar, dia tak boleh mencampuri masalah pribadi. Tak tahu pemisahan kepemilikan dan manajemen? Aku sangat kecewa kepada kalian. Kenapa kalian berdua tiba-tiba membela In Jae?
Halmeoni bilang dia bukan membela In Jae.
Halmeoni : Jika menjadi dia, aku pasti sudah memecat CEO sepertimu.
Dal Mi : Kenapa?
Halmeoni : Apa perusahaanmu kecil? Apa perusahaanmu akan menghalangi kesuksesan orang? Begitu?
Nyonya Cha : Ibu baru tahu perusahaanmu sangat buruk.
Halmeoni : Kau sama saja seperti berjualan corn dog dan berkata ke pembeli, “Kenapa makan makanan tak enak ini?”
Nyonya Cha : Ibu, analogimu tepat sekali.
Halmeoni : Karena cara pikir CEO-nya begitu, perusahaannya pasti akan bangkrut.
Nyonya Cha : Astaga. In Jae sudah banyak bersabar.
Halmeoni : In Hae memang sabar, mirip denganku. Pisahkan urusan pribadimu. Jika tak bisa, kau bukan CEO.
Dal Mi ngambek dan langsung lari ke kamar.
Dal Mi duduk di kasur.
Dia resah mikirin gimana caranya merekrut Trio San.
Dal Mi lalu menatap ke arah mejanya. Dia pun bangkit dan beranjak ke mejanya, lalu mengambil fotonya bersama Sa Ha dan Trio San dulu saat mereka masih bersama.
Omo! Ternyata Dal Mi juga memiliki foto itu.
Paginya, Dal Mi mencetak proposal Tarzan.
Setelah itu dia bergegas ke mobilnya.
Tapi Dal Mi gak ngerti kenapa dia terus berkeringat.
Dal Mi yang kepanasan, meningkatkan suhu pendingin mobil.
Dal Mi : Sekarang sudah sempurna.
Dal Mi memakai seatbeltnya dan bergegas melajukan mobilnya.
Dal Mi ke Samsan, tapi sampai di sana, dia melihat banyak orang menunggu diluar.
Dal Mi mau masuk, tapi seorang pria menyuruhnya ngantri.
Dal Mi mengernyit heran, mengantri?
Pria itu bilang, semua investor yang datang sudah ambil nomor dan sedang antri.
“Jadi, semua orang di sini investor?”
“Ya.”
Dal Mi lantas menghubungi Do San, tapi teleponnya direject.
Di dalam, Samsan sedang bicara dengan calon investor. Calon investor bilang, ia sudah mau berinvestasi sejak sebelum Do San kembali ke Korea.
“Aku mau kenalkan perusahaan kami jika kau sedang cari partner.”
Do San bilang mereka belum ada model bisnis.
“Tetap mau berinvestasi?”
“Kami akan bantu dari pendanaan awal hingga membuat model bisnisnya.”
“Apa gunanya teknologi bagus jika belum tahu cara menghasilkan uang dari itu?” ucap Chul San.
“Benar. Kami belum yakin bisa dapat keuntungan.” tambah Yong San.
Calon investor bilang gak ada perusahaan yang untung sejak awal. Dan mereka akan bantu pendirian perusahaan jika diberikan kesempatan.
Dal Mi meng-SMS Do San. Dal Mi : Bisa luangkan waktu sebentar? Ada yang mau kubicarakan.
Do San nyuekin SMS Dal Mi.
Yong San berdiri dan bilang akan segera menghubungi mereka setelah diskusi.
Setelah mereka pergi, Chul San mengocok-ngocok sejumlah kartu nama dari investor kayak ngocok kartu.
Dia bilang efek dari 2STO memang hebat.
Chul San : Apa pun idenya, sepertinya mereka akan berinvestasi.
Chul San lalu menyusun kartu nama di meja dan menyuruh Do San memilih.
Do San bilang CEO nya Yong San, jadi Yong San yang harus pilih.
Dal Mi nelpon Do San lagi tapi Do San gak angkat.
Chul San tanya, siapa yang terus menerus menelpon Do San dari tadi. Chul San menyuruh Do San menjawab teleponnya.
Do San bilang gak perlu.
Dal Mi pun akhirnya masuk.
Nyonya Cha menemui In Jae di kantor. Mereka bicara di kafetaria Sand Box.
In Jae bilang dia serius bakal memecat Dal Mi kalau Dal Mi gak bisa bawa Do San.
In Jae : Dia anggap apa perusahaannya? Menghalangi kesuksesan? Apa seorang CEO pantas bicara begitu tentang perusahaannya sendiri?
Nyonya Cha : Tentu tidak. Perkataan Dal Mi memang tak pantas. Tak bisa dipungkiri.
In Jae heran. Ada apa dengan ibu? Biasanya kau membelanya.
Nyonya Cha : Ibu tak pernah membela siapa pun di antara kalian.
Pesenan In Jae datang.
Wiih, keren ih. Minuman yang dipesan In Jae datang pakai sistem kemudi otomatis.
In Jae : Ibu minum latte, kan?
Nyonya Cha : Ya.
Setelah mengambil minumannya dari rak besi, rak besi itu pergi sendiri.
Nyonya Cha : Keren sekali. Setelah memberikan ini, langsung pergi. Dikendalikan orang, ‘kan?
In Jae : Tidak. Itu sistem kemudi otomatis. Bisnis yang putri ibu lakukan.
In Jae tanya kenapa ibunya datang.
Nyonya Cha bilang dia membawa jeon dan songpyeon.
Nyonya Cha : Kau tak akan datang saat hari raya?
In Jae : Aku sibuk.
Nyonya Cha : Memang hanya kau yang kerja di dunia ini?
Nyonya Cha lalu memberitahu In Jae kalau Pimpinan Won akhirnya menandatangani surat cerai.
In Jae : Baguslah.
Nyonya Cha : Kau mau bagaimana? Tetap pakai nama Won atau mau cabut hak adopsi dan ganti ke nama semulamu?
In Jae : Bagaimana dengan ibu? Belilah rumah dengan tunjangan cerai. Keluarlah dari rumah itu.
Nyonya Cha : Tak mau. Ibu akan lakukan sesuatu dengan uang itu.
In Jae : Ibu mau terus menumpang dengan nenek? Apa tak ada masalah mertua dan menantu?
Nyonya Cha : Tentu saja ada. Kali ini, ibu membuat sekitar 20 porsi jeon.
In Jae : Lalu, masih mau tinggal di sana? Ibu sesayang itu sama Dal Mi?
Nyonya Cha : Ibu sangat menyayangi nenekmu. Dia membesarkan putri ibu yang ibu tinggal sepuluh tahun lalu dengan sangat baik. Ibu harus membayar utang.
In Jae : Bagaimana? Ibu tak bisa lakukan pekerjaan rumah. Hanya buat masalah lagi.
Nyonya Cha : Dia tak bisa ke mana-mana tanpa ibu.
In Jae tertawa, bukan sebaliknya?
Nyonya Cha akhirnya beritahu In Jae kalau mata halmeoni hampir buta.
Nyonya Cha juga menyuruh In Jae datang saat hari raya sebelum mata halmeoni tambah buruk.
In Jae kaget mendengarnya.
DoDal diem2an, ampe Chul San dan Yong San pun bingung. Chul San dan Yong San lalu ngambil minum dan memberikannya ke Dal Mi.
Chul San tanya, kenapa Dal Mi rapi sekali hari.
Chul San : Gayamu berbeda dengan saat kena perangkat pemeras.
Dal Mi : Waktu itu sedang kacau. Biasanya aku selalu begini.
Chul San tanya alasan Dal Mi datang.
Dal Mi : Aku belum sempat berterima kasih. Dan… aku juga mau merekrut kalian.
Dal Mi memberikan kartu namanya.
Do San : Merekrutku?
Tapi Do San gak mengambil kartu nama Dal Mi.
Akhirnya Dal Mi menaruh kartu namanya di atas meja.
Chul San minta Dal Mi tak salah paham. Dibandingkan dengan 3 tahun lalu, keadaan mereka udah berubah sekarang. Pokoknya intinya Chul San nyombongin diri lah. Dia mau bilang, kalau level mereka sedang udah berbeda.
Dal Mi : Tentu saja aku tahu. Aku juga berbeda dibandingkan tiga tahun lalu. Aku yakin perusahaanku cocok dengan status kalian yang tinggi sekarang. Jadi, beri aku kesempatan.
Dal Mi mengambil proposalnya. Dia mau menjelaskan, tapi Do San memotong kata-katanya. Do San bilang dia sudah tahu perusahaan Dal Mi perusahaan apa.
Do San : Aku sudah melihat video promosinya.
Chul San dan Yong San kaget.
Chul San : Kau sudah lihat.
Do San lantas menyuruh Chul San dan Yong San keluar.
Chul San mengambil semua kartu nama di meja dan beranjak keluar dengan Yong San.
Chul San penasaran Do San mau ngomong apa sama Dal Mi.
Yong San tanya kenapa Chul San membawa kartu nama.
Chul San bilang karena dia tak enak menyombongkan diri di depan Dal Mi.
Yong San : Kenapa itu sombong? Itu kenyataan.
Chul San : Kita memang hebat dan pantas untuk sombong.
Chul San juga bilang diantara calon investor yang datang, ada investor yang dulu meremehkan mereka.
Yong San lalu meminta semua kartu nama itu pada Chul San.
Chul San memberikannya. Setelah itu, Yong San tiba-tiba pergi.
DoDal masih aja diam2an. Dal Mi lalu melihat ke papan tulis dan terkejut karena kemudi otomatis yang mereka bahas dulu masih ada di sana.
Dal Mi : Ternyata masih ada. Kau ingat? 3 tahun lalu, kita rapat membicarakan tentang kemudi otomatis di sini.
Do San : Dal Mi-ya, kau bilang kepadaku jangan keras kepala dan berhenti berkhayal.
Dal Mi : Ya.
Do San : Dulu perkataan itu membuatku sangat terluka. Tapi setelah waktu berlalu, aku menjadi sadar. Perkataanmu benar. Orang yang kau suka bukan aku. Dan orang yang aku suka bukan kau. Aku butuh tiga tahun untuk menerima itu semua. Aku tidak mau bingung lagi. Karena itu aku tidak mau melihatmu lagi.
Dal Mi : Karena kini, aku yang mendengar perkataan itu, rasanya sungguh menyakitkan. Waktu itu kau juga pasti begini. Meskipun terlambat, maafkan aku.
Do San menundukkan wajahnya. Tak mau melihat Dal Mi.
Dal Mi yang paham, akhirnya pergi.
Dal Mi nyetir sambil nangis.
Sementara Do San mau menghapus rencana bisnis Samsan 3 tahun lalu di papan, tapi spidolnya gak bisa dihapus.
Yong San ke Sand Box. Begitu melihat Ji Pyeong, dia bergegas mencegat Ji Pyeong.
Yong San : Halo Pak Han, ah benar. Direktur Han sekarang.
Ji Pyeong : Kenapa di sini?
Yong San bilang mau melihat apa masih ada sisa ruangan.
Yong San : Kami mau mulai berbisnis lagi.
Tentu aja Ji Pyeong kaget karena sebelumnya Ji Pyeong pernah berharap Do San cs yang sudah sukses tetap di 2STO dan tak kembali ke Korea agar dia bisa bersama Dal Mi.
Niat Yong San sebenarnya mau menyombong. Dia mau ngeliatin ke Ji Pyeong kalau mereka udah berhasil. Tapi justru Ji Pyeong nya biasa aja.
Yong San : Karena pernah kerja di 2STO, para investor mau berinvestasi, apa pun modelnya.
Ji Pyeong ngelirik kartu nama yang sengaja diperlihatkan Yong San padanya.
Ji Pyeong : Lantas, kau mau apa?
Yong San bilang dia pengen tahu pendapat Ji Pyeong.
Ji Pyeong tersenyum. Baguslah. Selamat. Semoga berhasil.
Yong San bilang Ji Pyeong berubah.
Ji Pyeong : Tidak sama sekali.
Yong San : Kau berubah. Kau menjadi lebih halus.
Ji Pyeong : Kau tahu aku selalu baik jika aku tak tertarik. Kenapa memeriksa kondisi mobil dan mengkritik kondisinya jika tak mau mengendarainya?
Ji Pyeong lalu masuk ke lift.
Di lift Ji Pyeong stress karena Do San kembali.
Ji Pyeong ke parkiran dan melihat Dal Mi di mobil lagi ngetok-ngetokin kepala ke jendela.
Lalu Dal Mi mengacak-ngacak rambutnya dan Ji Pyeong tersenyum melihatnya.
Ji Pyeong beranjak mendekati Dal Mi.
Dia mengetok jendela dan Dal Mi kaget melihat Ji Pyeong.
Ji Pyeong pun akhirnya masuk ke mobil Dal Mi.
Ji Pyeong bilang rambut Dal Mi udah kayak sarang burung.
Ji Pyeong lalu tanya, apa Dal Mi ada masalah.
Dal Mi bilang gak ada.
Ji Pyeong : Katakan kepadaku. Kau tak mau cerita karena aku bukan mentormu lagi?
Dal Mi : Tidak. Bukan begitu.
Dal Mi pun akhirnya cerita kalau pengembang mereka direbut oleh Morning dan ia harus merekrut pengembang setara dengan level C dan kepikiran untuk merekrut Do San tapi Do San menolak tawarannya.
Dal Mi : Aku baru saja kembali setelah menemui Do San.
Ji Pyeong bilang Do San udah buat keputusan bagus.
Dal Mi protes, Direktur Han!
Ji Pyeong : Seharusnya aku menasihatimu, tapi perasaan pribadiku begitu terlibat. Jadi, aku tak mau.
Dal Mi : Itu alasanku tak memberitahumu. Tapi kau memaksa.
Ji Pyeong : Maafkan aku. Aku bukan orang sebaik itu.
Do San disusul ayahnya masuk ke kamar. Ayahnya bilang dia menemukan itu di tempat sampah.
Bola bisbol yang sempat Do San buang!! Do San tertegun mengambil bola bisbolnya dari tangan sang ayah.
Sang ayah bilang, untung dia yang menemukan itu dan menyuruh Do San menyimpannya dengan baik.
Saat ayahnya mau keluar dari kamarnya, dia memanggil ayahnya.
Dia tanya, saat dia tak bisa membuangnya juga melupakannya, dia harus bagaimana.
Pak Nam pun menghela nafas melihat ayahnya yang lagi galau karena cinta.
Ayah dan ibu pun memberitahu apa yang harus Do San lakukan.
Terdengar narasi Do San, kalau ayahnya akan bersepeda ke rumah pamannya saat hati ayahnya lelah.
Pak Nam menggambar di peta, menunjukkan jalan yang harus dilalui Do San.
Pak Nam : Setelah keluar dari jalan besar, di sini Jalan Jinsangmi-ro. Ikuti jalan ini sepanjang enam kilometer, dan ambil jalan ke arah Geumyul-ro.
Do San : Geumyul-ro?
Ibu : Ya. Setelah lewat Imosan-ro. Ikuti jalannya, dan akan ada pasar. Kau bisa lewat sini.
Narasi Do San berlanjut, saat tubuhmu sangat lelah, kau akan perlahan melupakan masalahmu.
Ayah dan ibu mengantarkan Do San keluar. Ayah mengecek sepeda yang akan dipakai Do San.
Ibu berpesan agar Do San tak lupa makan.
Do San pun beranjak pergi.
Narasi Do San terdengar lagi.
“Aku naik sepeda mengikuti saran Ayah. Semoga rasa lelahku menutupi semua masalahku. Aku sangat berharap bisa menghapus dirimu yang selalu mengisi malam terjagaku. Agar aku bisa memulai semua lagi. Namun…”
Do San teringat Dal Mi lagi. Ekspresi Dal Mi saat mereka bertemu terakhir kali di kantor Samsan yang lama.
Dal Mi : Karena kini aku yang mendengar perkataan itu, rasanya sungguh menyakitkan. Waktu itu kau juga pasti begini.
Do San lalu terjatuh…
Kata-kata Dal Mi terus terngiang di telinganya.
Dal Mi : Meskipun terlambat, maafkan aku.
Do San akhirnya menuntun sepedanya dan ia tiba di sebuah gubuk di dekat laut.
Do San lantas berbaring di bangku yang ada di depan gubuk.
Do San : Perkataan ayah salah. Makin aku lelah, makin aku memikirkannya.
Bersambung ke part 4………..