Unlock My Boss Eps 3 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Unlock My Boss Episode 3 Part 3,Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.Baca juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya….

Besoknya, In Sung dan Se Yeon mulai bekerja sama.

Mereka disuruh memeriksa ponsel, komputer, kamera dasbor milik Sam Soo.

Karena itulah mereka sekarang menuju ruangan Sam Soo.

Mereka memakai kacamata hitam.

In Sung bertugas mengalihkan perhatian Sam Soo. Dia menyuruh Sam Soo mendekat dan menunjukkan apa yang tengah dia baca di majalah.

In Sung : Kemarilah. Kau mungkin bisa mendapatkan rambut yang lebih tebal.

Sam Soo : Rambut yang lebih tebal?

In Sung : Katanya, kau harus cukup tidur.

Se Yeon mengambil ponsel Sam Soo yang tertinggal di sofa.

Tapi saat dia tengah memeriksanya, ponsel Sam Soo bunyi. Sontaklah Se Yeon kaget dan langsung mencampakkan ponsel Sam Soo ke sofa.

Sam Soo menoleh. Se Yeon pura2 menunjuk ponsel Sam Soo.

Se Yeon : Pak Kwak, ponselmu berdering.

Sam Soo : Ya. Terima kasih, Sekretaris Jung.

In Sung mengeluarkan alat2 kebersihan dari dalam toilet.

Bersamaan dengan itu, seorang ajumma cleaning service melihatnya.

“Apa kau karyawan baru di sini? Aku belum pernah melihatmu.”

“Benar. Mulai sekarang, aku…”

Ajumma cleaning service yang pernah ditolong In Sung, muncul.

“Bukankah kau CEO Park?”

In Sung pun mengambil sapu.

In Sung : Aku mengidap mysophobia, jadi, aku tengah membersihkan diriku. Silakan lanjutkan kerjamu.

In Sung lari.

Se Yeon berusaha mencongkel mobil Sam Soo.

In Sung datang dan menyuruh Se Yeon minggir. In Sung pun mencongkel mobil Sam Soo.

Tapi tiba2, alarm mobilnya bunyi. In Sung menyuruh Se Yeon lari, tapi kemudian dia melihat Se Yeon udah kabur duluan.

In Sung balik ke ruangannya, sama Se Yeon.

Sun Joo : Seperti yang kuharapkan, Pak Kwak adalah orang yang sangat teliti. Dia orang yang memastikan dengan baik sebelum bertindak.

In Sung : Kamera dasbor. Kalau saja kita bisa mendapatkan rekaman kamera dasbornya, kita akan bisa mencari tahu ke mana dia pergi hari itu.

Sun Joo : Rekaman kamera dasbor bisa kapan saja ditimpa dengan rekaman baru. Kita harus bergegas.

Se Yeon terpikirkan sesuatu.

Se Yeon : Pak Kwak akan datang untuk makan siang hari ini juga, ‘kan?

In Sung : Ya, kenapa?

Se Yeon berpikir, begitu…

Sam Soo tengah menyetir dengan santai, sambil ngeliatin kepala setengah botaknya di spion. Tiba2 aja, mobil putih menyeruduknya dari belakang.

Sam Soo kaget dan langsung berhenti. Mobil putih itu pun berhenti di depan mobil Sam Soo.

Sam Soo turun dari mobil dan marah2. Tapi dia gak jadi marah karena melihat Se Yeon dan In Sung turun dari dalam mobil putih.

Se Yeon : Aku benar-benar minta maaf.

Sam Soo : Aku baik-baik saja, Pak. Sekretaris Jung, kau harus lebih berhati-hati.

Se Yeon : Maafkan aku.

In Sung : Aku perlu memanggil perusahaan asuransiku.

Sam Soo : Tolong jangan. Kita bukan orang asing. Dan ini hanya kecelakaan kecil. Aku baik-baik saja.

Sam Soo balik menuju mobilnya.

Se Yeon nyuruh In Sung menghentikan Sam Soo.

In Sung pun menyusul Sam Soo.

In Sung : Ayolah. Jangan begitu. Karena kita bukan orang asing, kita harus menyelesaikannya.

Sam Soo : Kita saling kenal, jadi, jangan seperti ini. Apa kau ingin menempatkan karyawanmu dalam kesulitan sekarang?

Se Yeon balik ke mobil In Sung.

Dia mengkode In Sung, menyuruh In Sung minggir.

Tapi In Sung nya gak ngeh.

Se Yeon kesal, sial.

Se Yeon lalu menyalakan sen belakang. In Sung masih gak ngeh.

Se Yeon : Satu, dua, tiga.

Se Yeon memundurkan mobil dengan kencang.

In Sung yang melihat itu, langsung teriak, awas!!

In Sung dan Sam Soo menyingkir.

Se Yeon menabrak mobil Sam Soo dengan keras.

Sam Soo langsung lemas, hei, apa yang kau lakukan?

Se Yeon pun turun dari mobil.

Sam Soo : Kubilang kau harus berhati-hati!

Se Yeon : Maaf. Aku berniat untuk menyetir maju. Mohon maaf.

Sam Soo pun menghubungi perusahaan asuransinya.

Sam Soo : Halo, apa ini dengan Bumyoung Insurance? Aku ingin melaporkan kecelakaan. Lokasi? Ini di…

In Sung lalu membujuk Sam Soo untuk pergi.

In Sung : Jika begini, kita bisa lebih terlambat daripada wakil pimpinan. Mari kita naik taksi ke sana.

Sam Song : Bagaimana dengan mobil kita?

In Sung : Mobil kita… Sekretaris Jung, tolong urus itu dengan baik.

Se Yeon : Baik, Pak.

In Sung menarik Sam Soo dan memanggil taksi.

In Sung dan Sam Soo tiba di lokasi.

Bersamaan dengan itu, seorang pria dengan luka di leher bagian belakang keluar. Dia dan In Sung berpapasan. In Sung sempat melihat pria itu.

Di sana, sudah banyak reporter.

Sam Soo pun mengantarkan In Sung ke dalam, menemui Wakil Pimpinan Oh.

Wakil Pimpinan Oh : Selamat datang, CEO Park. Banyak orang penasaran tentang CEO baru dari Silver Lining, jadi, aku segera mengadakan konferensi pers ini. Kau tak keberatan, ‘kan?

In Sung kaget tapi dia bilang tak masalah.

Seketaris Wakil Pimpinan Oh datang, memberitahu bahwa siaran langsung sudah siap.

Wakil Pimpinan Oh : Kudengar saluran media sosial milik Silver Lining lebih berpengaruh daripada News 9 akhir-akhir ini. Inilah mengapa pria tua sepertiku dianggap ketinggalan zaman.

In Sung terdiam di tempatnya. Dia bingung harus gimana.

Wakil Pimpinan Oh : Kenapa diam saja? Duduklah di sana. Semua orang menunggu. Seluruh negeri sudah menunggu.

In Sung pun terpaksa ke depan.

Kita mendengar suara Sun Joo.

Sun Joo : Ini ulah wakil pimpinan. Aku lengah. Aku lupa bahwa aku berurusan dengan Oh Young Geun.

Sun Joo lalu memperkenalkan 2 reporter yang duduk di depan ke In Sung.

Sun Joo : Reporter Ko Young Jae dari Naeil Business. Reporter Oh Yu Jin dari Daily Daehan. Mereka semua reporter yang berpihak pada perusahaan Bumyoung. Mereka akan menanyakan pertanyaan jebakan untuk mempermalukanmu di siaran langsung.

In Sung : Aku tahu itu.

Sun Joo : Tapi jangan khawatir. Tak ada yang bisa mempermalukan CEO Silver Lining.

Dua reporter mulai bertanya.

Reporter Ko : Bahkan bagi Silver Lining, perusahaan yang memimpin inovasi, ini merupakan langkah yang mengejutkan untuk menunjuk seorang pria yang baru lulus kuliah sebagai CEO. Dan pria ini belum genap 30 tahun.

Sun Joo : Park In Sung, ulangi kata-kataku.

In Sung memejamkan matanya sejenak, untuk meyakinkan dirinya bahwa dia bisa.

Setelah itu dia membuka matanya dan mulai menjawab pertanyaan Reporter Ko, persis seperti yang diberitahukan Sun Joo.

In Sung : Ini adalah tradisi Bumyoung yang indah.

Reporter Ko : Apa yang anda maksud dengan, “tradisi yang indah?”

In Sung : Para pendiri perusahaan Bumyoung, Pimpinan Oh Bum Geun dan Wakil Pimpinan Oh Young Geun menjual sapi keluarga mereka secara diam-diam, pindah ke Seoul, dan mendirikan Bumyoung Foods. Ini adalah kisah sukses yang sangat terkenal, bukan? Namun, apa ada yang meremehkan mereka karena mereka hanya lulusan SMP?

Wakil Pimpinan Oh terkejut In Sung bisa menjawab.

In Sung : Aku pikir tidak. Terima kasih kepada wakil pimpinan yang telah menetapkan preseden bahwa terlepas dari usia atau latar belakang akademis kita, kita dapat memenuhi syarat sebagai CEO sebuah perusahaan besar selama kita mampu. Sehingga saya dapat memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini. Bukankah begitu, Pak Oh?

Orang2 yang menonton siaran langsung In Sung, memuji In Sung.

Mereka mengatakan In Sung memberikan harapan bagi para pencari kerja dan In Sung sangat keren.

Se Yeon memeriksa isi kamera dasbor Sam Soo. Dia menemukan video tanggal 10 Juni.

Di video itu, terlihat mobil Sam Soo berhenti.

Se Yeon : Apa? Kenapa berhenti? Apa dia sedang menunggu seseorang?

Sun Joo tertangkap kamera dasbor Sam Soo.

Se Yeon terkejut melihatnya.

Reporter Oh memberikan pertanyaan.

Reporter Oh : Baru-baru ini, telah terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh kemudi otomatis. Sebagai CEO Silver Lining, pengembang teknologi ini, kami ingin mendengar pendapat anda tentang itu.

Sun Joo : Itu pertanyaan tipikal.

In Sung : Itu pertanyaan…

Sun Joo : Jangan katakan itu.

In Sung langsung berhenti bicara. Dia tertawa sebagai gantinya.

Tak lama, Sun Joo menyuruh In Sung mengulangi kalimatnya.

In Sung : Kendaraan kemudi otomatis. Itu pasti bisa menyebabkan kecelakaan. Seperti halnya manusia yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Reporter Oh : Tahukah anda bahwa manusia memiliki tingkat kecelakaan jauh lebih tinggi daripada kendaraan kemudi otomatis? Juga, kendaraan yang bisa mengemudi sendiri tak pernah mengemudi dalam keadaan mabuk atau tertidur di belakang kemudi.

Wakil Pimpinan Oh dan Reporter Oh saling bertatapan.

Reporter Oh bertanya lagi.

Reporter Oh : Tentang tingkat kecelakaan, begitu kendaraan kemudi otomatis menjadi hal yang lebih umum…

In Sung : Benar. Jadi, anda setuju bahwa kendaraan kemudi otomatis masih dalam tahap proses pengembangan? Sekarang, biarkan saya membawa kalian kembali ke masa saat orang-orang mengendarai andong. Kembali ke masa saat orang-orang mengendarai andong. Saat itu, mobil pertama telah diluncurkan dengan kecepatannya yang luar biasa dan tubuhnya yang terbuat dari baja keras pasti mengintimidasi orang-orang. Saya yakin ada reporter seperti anda pada saat itu juga berkata, “Mobil? Itu terlalu berbahaya.” “Mari naik andong saja.”

Orang2 pun memuji In Sung.

Mereka mengatakan, In Sung berbicara seperti Sun Joo.

In Sung :Jika kita memutuskan untuk tetap mengendarai andong, menurut anda, apa yang akan terjadi? Kita tak bisa kembali ke masa lalu. Karena itu, aku yakin tugas Silver Lining adalah bukan untuk menciptakan teknologi yang membuat khawatir, tapi yang aman untuk semua orang.

Tapi tiba2, In Sung tak bisa mendengar Sun Joo.

In Sung pun menekan penyuara telinganya.

Wakil Pimpinan Oh melihat itu, langsung mengambil dan memeriksa penyuara telinga In Sung.

Wakil Pimpinan Oh : Bagaimana mungkin CEO Silver Lining menggunakan produk pesaingnya? Padahal seluruh negeri mengawasimu.

Wakil Pimpinan Oh lalu menyuruh para reporter bertanya lagi pada In Sung.

In Sung tegang.

Bersambung….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Best Mistake Ep 5

Tentangsinopsis.com – SinopsisBest Mistake Episode 5, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek…